SURABAYA – Kepala Badan Pemenangan Pemilihan Umum (BP-Pemilu) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan, kader Banteng harus menguasai media sosial di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini.
Lewat media sosial (medsos), kata Deni, kerja-kerja kerakyatan para kader PDI Perjuangan, baik yang bertugas di struktural, legislatif, maupun eksekutif, semua akan bisa tersampaikan. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban PDI Perjuangan kepada masyarakat.
“Sebaran informasi kerja kita harus tersampaikan, agar masyarakat mengetahui apa yang sedang kita upayakan untuk mereka. Sehingga kerja kerakyatan kita mendapat dukungan mereka,” kata Deni.
Hal itu dia sampaikan di sela acara Pelatihan Tim Cyber diikuti peserta dari 38 DPC PDI Perjuangan se-Jatim, Jumat (10/2/2023) lalu.
Pelatihan yang digelar BP-Pemilu DPD PDI Perjuangan Jatim itu berlangsung di Aula Megawati Soekarnoputri kantor DPD Jatim, di Jalan Kendangsari Industri No.57 Surabaya.
Pelatihan bersama 38 DPC Partai se-Jawa Timur itu merupakan lanjutan dari serangkaian pelatihan tim pemenangan pemilu yang telah dilakukan sebelumnya.
Sejak 2021 lalu, DPD Jatim telah melakukan pelatihan teknis, yakni pembentukan tim suvey independen, hingga strategi manajerial kampanye.
“Harapannya, ilmu yang kita dapat hari ini dapat diteruskan kepada seluruh kader banteng yang lain, baik itu DPC, PAC, hingga Ranting, ataupun Anak Ranting,” ujarnya.
Media sosial, lanjut Deni Wicaksono, juga memiliki peran penting dalam menentukan citra diri seorang kader dan partai politik kepada masyarakat.
“Per hari ini, kehidupan masyarakat sangat dekat dengan media sosial. Kabar faktual yang ada pada gadget mereka akan memiliki pengaruh tinggi terhadap persepsinya, dalam hal ini opini dan pilihan mereka,” jelas pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim tersebut.
Untuk itu, sebut Deni, seluruh kader Banteng perlu disiapkan kemampuannya agar bisa menguasai media sosial.
Selain itu, jelas dia, media sosial akan bisa menjadi ruang efektif bagi masyarakat dan para kader banteng untuk berinteraksi. Lewat medsos, masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan aspirasinya.










